Senin, 20 April 2015

Japanese Drama

Kalian masih ingat Korean Drama ( Boys Over Flower ) atau film Taiwan ( Meteor Garden, Liu Xing Yu) ? nah film-film tersebut merupakan adaptasi dari manga Jepang , pada tahun 2005 sudah di angkat menjadi sebuah film yang berjudul Hana Yori Dango.



Dibintangi oleh Inoue Mao dan Matsumoto Jun, drama ini dibuat dalam dua season dan satu film yang merupakan versi final dari drama ini. Hana Yori Dango diadaptasi dari manga terkenal karya Kamio Yoko.

Sinopsis :


Drama ini diadaptasi dari manga dengan judul yang sama, nah ini versi original dari Meteor Garden sama Boys Before Flower. Hana Yori Dango menceritakan seorang gadis jepang yang dari keluarga sederhana namanya Makino Tsukusi (Inoue Mao) jujur dari semua versi drama ini tsukusi yag paling kawaii ^^, nah dia masuk ke SMA super elit di jepang yaitu Eitoku Gakuen. Bisa dibayangin gimana glamornya anak-anak yang sekolah disana, barang-barang serba branded, dianter-jemput pake limosin (ini memang agak berlebihan ya), belum lagi anak-anak itu pada sombong-sombong dan memang yang paling menyebalkan adalah anggota F4.

Menamai diri mereka F4, yang berarti Flower 4 mereka merupakan para pewaris perusahaan perusahaan dan keturunan dari orang paling kaya di Jepang, dan selain kaya, mereka memang cakep-cakep. 

 Terkenalnya F4 ini bukan karena cuman gara-gara kaya dan cakep, tapi karena mereka suka ngasih RED NOTE buat anak-anak yang ngga mereka suka. Sekalinya dapet red note dari mereka dijamin bakalan di Bully sampe keluar dari sekolah. Nah tsukusi tanpa sengaja malah bermasalah langsung sama leader F4 Domyouji Tsukasa (Matsumoto Jun).
Seperti yang bisa diprediksi tsukusi di bully habis-habisan sama satu sekolahan. Tapi setiap tsukusi dalam masalah tsukusi selalu mendapat pertolongan dari Hanazawa Rui (Shun Oguri), beda dari F3 yang lain Rui ngga pernah terlibat dengan masalah menindas murid-murid, Rui malah kelihatan ngga peduli dengan apa yang dilakukan teman-temannya yang lain.

Bagi yang udah pernah nonton Boys Before Flower atau Meteor Garden kalau mau membandingkan cerita Hana Yori Dango harus nonton ya. Versi jepang ini bener-bener anak SMA banget pokoknya pendalaman karakternya bagus banget deh. 


hanami di Jepang


Hanami (花見, melihat bunga) atau ohanami adalah tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu, hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan-makan di bawah pohon sakura.

Pohon sakura mekar di Jepang dari akhir Maret hingga awal April (kecuali di Okinawa dan Hokkaido). Prakiraan pergerakan mekarnya bunga sakura disebut garis depan bunga sakura (sakurazensen). Prakiraan ini dikeluarkan oleh direktorat meteorologi dan berbagai badan yang berurusan dengan cuaca. Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.

Saat hanami berlangsung, jangan heran saat kamu melihat masyarakat Jepang tumpah ruah di taman-taman yang tertanam bunga Sakura. Mereka akan menggelar tikar plastik, menyajikan dango (kue khas Jepang berbentuk bulat kecil yang terbuat dari tepung beras), bento (bekal yang berisi nasi dan lauk-pauk) dan sake (minuman keras khas Jepang), di bawah pohon Sakura. Sembari menikmati bekal, mereka akan bernyanyi, menari, bersenda gurau atau sekedar duduk menikmati indahnya Sakura.

 Sejarah

Hanami sudah ada di Jepang berabad-abad lamanya. Tradisini sudah ada sejak periode Nara (710-794), dan ketika itu bunga plum atau ume yang dinikmati. Keika periode Heian (794-1185), bunga sakura menjadi  lebih menarik untuk dinikmati dan sejak saat  itu Hanami identik dengan bunga sakura.

Bunga sakura awalnya digunakan untuk menandakan hari panen tahunan dan menandakan musim tanam padi. Orang Jepang ketika itu percaya pada roh suci yang di dalam pohon sakura dan membuat persembahan. Kemudian orang Jepang akan minum sake untuk merayakannya. Kerajaan Saga pada periode Heian, mengadopsi kepercayaan kuno ini, sehingga mereka mengadakan Hanami sambil minum sake dan mengadakan pesta di bawah pohon sakura. Kemudian puisi akan ditulis untuk menggambarkan keindahan bunga sakura. Siklus bunga sakura dianggap sebagai cerminan hidup manusia, dimana dilihat indah dan bercahaya namun hanya sekilas/ singkat. 

 Hanami pada awalnya terbatas hanya untuk kalangan orang elit kerajaan tetapi kemudian menyebar ke kalangan samurai. Pada jaman Edo, warga Jepang biasa dapat mengikuti Hanami. Tokugawa Yoshimune kemudian menanam banyak pohon sakura untuk mendukung kebiasaan Hanami ini.  
Ada pepatah yang mengatakan bahwa "kue lebih menarik daripada bunga" (花 より 団子 hana Yori Dango). Pepatah ini menggambarkan bahwa orang Jepang lebih fokus pada makanan dan pesta yang diadakan daripada menikmati bunga itu sendiri.

Onsen, Pemandian Air Panas Jepang Yang Serba "Terbuka" Namun Banyak Aturan


Onsen (温泉?) adalah istilah bahasa Jepang untuk sumber air panas dan tempat mandi berendam dengan air panas yang keluar dari perut bumi. Penginapan yang memiliki tempat pemandian air panas disebut penginapan onsen (onsen yado). Kota wisata yang berkembang di sekeliling sumber air panas disebut kota onsen.

Sumber air panas memiliki dua sumber panas, magma yang berada di dasar gunung berapi, dan panas yang bukan dari gunung berapi. Jenis mineral yang dikandung air menyebabkan perbedaan warna air, bau, dan khasiat mandi dengan air panas tersebut.

Menurut definisi Undang-Undang Onsen Jepang, walaupun suhunya tidak tinggi, istilah onsen juga digunakan untuk air dari mata air dengan kandungan mineral yang berbeda dari air biasa, dan berasal dari sumber air yang mengeluarkan gas. Sumber air panas bisa berupa air tanah yang dipanaskan oleh panas bumi atau dipanaskan manusia dengan sumber panas. Air panas bisa keluar secara alami dari dalam tanah, atau keluar setelah dibor manusia.


Lokasi untuk sumber air panas bisa berada dekat gunung berapi atau jauh dari gunung berapi. Sumber air panas yang berlokasi jauh dari gunung berapi mendapat panas dari gradien geotermal  (suhu air semakin tinggi bila sumur digali semakin dalam) atau sumber panas yang tidak diketahui. Onsen yang berada di kawasanrawa gambut seperti Tokachigawa Onsen, Hokkaido disebut moor onsen (moor dalam bahasa Jerman  berarti rawa).

Di setiap pemandian Onsen, berlaku etika ketat seperti :

1. Jangan salah masuk ruang ganti.
Hal ini sering terjadi karena penunjuk ruang ganti hanya menggunakan huruf kanji. Ada hal mudah untuk mengingatnya, yaitu biasanya tirai untuk ruang ganti wanita berwarna merah dan tirai untuk ruang ganti pria biasanya berwarna biru. Di beberapa Onsen, biasanya pemandian wanita dan pria ditukar jadwalnya 1 hari sekali atau beberapa kali seminggu. Nah, agar tidak dikira orang yang berpikiran mesum, hendaknya teliti dahulu sebelum masuk.

2. Harus melepas sepatu di depan pintu masuk.
Hal ini bukan hanya berlaku di Onsen-onsen saja, namun juga berlaku di setiap rumah di Jepang karena ini merupakan budaya bangsa Jepang.

3. Jangan lupa bawa handuk kecil.

Walau setiap Onsen mengharuskan pengunjungnya bertelanjang bulat ketika masuk kolam, namun Onsen bukanlah tempat berkumpulnya para kaum nudist. Kita harus tetap menunjukkan kesopanan, caranya adalah dengan membawa handuk kecil ketika berendam. Handuk ini digunakan buat mencuci.

Woman Ozen
Handuk kecil wajib dibawa namun tidak boleh sampai masuk ke dalam air

Tapi handuk ini tak boleh masuk ke dalam air. Biasanya handuk ini diletakkan di atas kepala atau sekedar diletakkan di samping bak air ketika berendam.

4. Harus membersihkan  badan dahulu sebelum berendam
Air di onsen tidak ditambahkan kaporit. Karena itu pengunjung perlu membersihkan badan terlebih dahulu untuk menjaga kesehatan dan kebersihan di pemandian umum. Jangan sampai berendam dengan kondisi badan penuh daki dan rambut penuh ketombe.Biasanya disediakan kolam kecil khusus seperti ini untuk membersihkan badan terlebih dahulu sebelum berendam dalam kolam pemandian yang lupa membersihkan badan pasti ketahuan oleh para staff dan pengunjung lain.

5. Wajib telanjang bulat sesuai aturan.

Hampir semua onsen mengharuskan pengunjungnya telanjang. Oh ya, kolamnya pun dipisah antara kolam wanita dan pria.Untuk kondisi yang terakhir ini, para pengunjung perlu mengenakan pakaian mandi atau handuk khusus yang telah disediakan. Namun selalu saja ada turis yang tampil telanjang-apa-adanya di onsen yang memerlukan pakaian mandi sehingga langsung diusir keluar oleh para staff karena dianggap eksibisionis plus orang mesum di pemandian umum.




Rabu, 15 April 2015

Tradisi Minum teh diJepang




 Upacara minum teh merupakan upacara tradisi budaya turun temurun yang silakukan Jepang sejak sebelum zaman edo. Upacara minum teh ini hingga sekarang masih tetap dilestarikan. Upaacara minum teh di Jepang memiliki makna kehidupan yang sangat dalam dan sebuah ajaran tata karma yang baik disamping banyaknya manfaat upacara ini dalam bidang kesehatan.
Upacara minum teh merupakan upacara penyambutan tuan rumah kepada tamu dengan cara menyajikan teh. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate. Jika di dalam ruangan disebut chato. Biasanya para tuan rumah menyediakan bunga, lukisan, dan keramik yang indah untuk menyambut para tamu dalam upacara minum teh ini.
“Upacara ini mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni dalam ruangan upacara minum teh.



Lukisan dinding yang biasanya dipasang pada ruangan tempat upacara minum teh disebut kakejiku. Bunga  yang biasanya dipasang pada ruangan tempat upacara minum teh disebut chabana. Biasanya dalam upacara minum teh menggunakan teh matcha yakni teh yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchado. Namun kadang kala juga bias menggunakan teh hijau jenis sencha. Upacara minum teh dengan teh ini  disebut senchado. Dalam upacara ini juga disajikan kue manis yakni Okashi.

   Manfaat upacara minum teh di Jepang
Upacara minum teh di Jepang yang sudah menjadi tradisi budaya Jepang turun menurun memiliki banyak manfaat antara lain:
  1. Memperkuat gigi
  2. Memperkuat daya tahan tubuh
  3. Mencegah hipertensi
  4. Menyegarkan tubuh
  5. Sebagai penetralisir
  6. Menangkal kolestrol
  7. Mencegah kanker
  8. Mengoptimalkan metabolisme gula
Prosesi upacara minum teh di Jepang
Upacara minum teh di Jepang terdiri atas beebrapa prosesi. Berikut prosesi upacara minum teh aliran urasenka :
  1. Tamu masuk dan tuan rumah mempersilakan tamu
  2. Tamu dan penerima tamu saling mengucap salam
  3. Pemberian kue manis bernama Okashi
  4. Saling member salam sesaat setelah pemberian koe Okashi sebagai bentuk rasa hormat
  5. Kue Okashi dimakan menggunakan tusukan bamboo harus dihabiskan untuk menghormati tuan rumah (maka dari itu kue ini biasanya sedikit dan kecil)
  6. Pembuatan teh oleh Tea Master
  7. Setelah teh dibuat lalu disuguhkan kepada tamu dengan mangkuk teh dimana motif mangkuk menghadap tamu sebagai tanda penghormatan
  8. Tamu mengambil mangkuk teh dan juga memutar mangkuk agar motif mangkuk teh menghadap tuan rumah sebanyak 3 kali sebagai tanda terima kasih dan rasa hormat.
  9. Kemudian tamu mulai meminum teh
Makna upacara minum teh di Jepang
Bahwa upacara minum teh itu sakral sifatnya. Sekaligus menggambarkan bahwa “yang penting bukan ketika teh dihirup melainkan bagaimana proses membuatnya”. Dalam proses pembuatan teh lalu menghidangkannya dengan aturan yang gemulai alami membuat kita teringat “diri”, teringat alam, teringat perjalanan hidup, teringat darimana kita datang da ke arah mana kita pergi.
Harmoni, keseimbangan adalah “jalan hidup” yang setiap kali harus di rawat, ditata, dilatih dalam proses gemulai. Halus. Tak terburu buru

pembuatan kue mochi

https://www.youtube.com/watch?v=PFVAgc35sEQ

Kamis, 09 April 2015

Masa SMA adalah masa yang penuh cerita yang telah dilalui. Banyak kenangan yang telah terjadi mulai suka maupun duka. Dari kompak jailin teman satu sama lainnya sampai-sampai guru pun jadi kena ulah usil kita. Dulu, aku dengan satu angkatan pun pernah dihukum bersama waktu upacara bendera, kalau tidak salah itu karena masalah ulang tahun sekolah yang hampir saja batal dirayain di GWK , hehehe... nih dia kenangan itu masih aku abadikan ^^


ini adalah foto-foto kenangan bersama kalian (SOSK)

mulai dari Lomba-lomba sekolah yang begitu menyenangkan, sampai merayakan ulang tahun sekolah di GWK dengan kalian, walaupun dengan susah payah membujuk guru-guru agar mau dirayakan ya ^^ sampai rela dijemur dilapangan dan diliat adik-adik kelas (seperti foto diatas) hehe...





Yang paling begitu berkesan adalah kita study tour bersama , merasakan lelahnya tidur dibus seharian, nnton film horor dibus dan tidak ketinggalan pula supir bus yang bisa dibilang ugal-ugalan tengah malam yang membuat kita tidak bisa nyaman untuk tidur, tapi saat-saat itulah yang sangat menyenangkan





Bukan hanya itu saja kebersamaan pada masa SMA memang sangat aku rindukan , teman-teman yang aku ajak berjuang dari MOS , sampai UN dan lulus sekarang . Bersama kalian sudah seperti keluarga, mulai dari berantem ,saling usil dan tentunya saling membantu bila teman sedang kesusahan . kenangan yang sangat indah


Sekian ya cerita pengalaman masa SMA ku yang bisa aku ceritakan ;;) 


Senin, 06 April 2015

Jepang itu menarik.

Dalam memperlajari bahasa jepang kita harus memiliki tekad , yakin dan mau berusaha dalam mempelajarinya. Bahasa jepang memang susah apabila dalam diri kita tidak ada ketertarikan untuk mencoba dalam mempelajarinnya, selain itu tidak ada usaha untuk mau terus mencobanya.


Minnasan..
hajimemashite, 


watashi no namae wa Tesyana Trisna Dewi desu.
Nusa dua ni sunde imasu. 
watashi no tanjoubi wa 28 maret 1996.
Yoroshiku onegaishimasu ;;)