Rabu, 15 April 2015

Tradisi Minum teh diJepang




 Upacara minum teh merupakan upacara tradisi budaya turun temurun yang silakukan Jepang sejak sebelum zaman edo. Upacara minum teh ini hingga sekarang masih tetap dilestarikan. Upaacara minum teh di Jepang memiliki makna kehidupan yang sangat dalam dan sebuah ajaran tata karma yang baik disamping banyaknya manfaat upacara ini dalam bidang kesehatan.
Upacara minum teh merupakan upacara penyambutan tuan rumah kepada tamu dengan cara menyajikan teh. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate. Jika di dalam ruangan disebut chato. Biasanya para tuan rumah menyediakan bunga, lukisan, dan keramik yang indah untuk menyambut para tamu dalam upacara minum teh ini.
“Upacara ini mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni dalam ruangan upacara minum teh.



Lukisan dinding yang biasanya dipasang pada ruangan tempat upacara minum teh disebut kakejiku. Bunga  yang biasanya dipasang pada ruangan tempat upacara minum teh disebut chabana. Biasanya dalam upacara minum teh menggunakan teh matcha yakni teh yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchado. Namun kadang kala juga bias menggunakan teh hijau jenis sencha. Upacara minum teh dengan teh ini  disebut senchado. Dalam upacara ini juga disajikan kue manis yakni Okashi.

   Manfaat upacara minum teh di Jepang
Upacara minum teh di Jepang yang sudah menjadi tradisi budaya Jepang turun menurun memiliki banyak manfaat antara lain:
  1. Memperkuat gigi
  2. Memperkuat daya tahan tubuh
  3. Mencegah hipertensi
  4. Menyegarkan tubuh
  5. Sebagai penetralisir
  6. Menangkal kolestrol
  7. Mencegah kanker
  8. Mengoptimalkan metabolisme gula
Prosesi upacara minum teh di Jepang
Upacara minum teh di Jepang terdiri atas beebrapa prosesi. Berikut prosesi upacara minum teh aliran urasenka :
  1. Tamu masuk dan tuan rumah mempersilakan tamu
  2. Tamu dan penerima tamu saling mengucap salam
  3. Pemberian kue manis bernama Okashi
  4. Saling member salam sesaat setelah pemberian koe Okashi sebagai bentuk rasa hormat
  5. Kue Okashi dimakan menggunakan tusukan bamboo harus dihabiskan untuk menghormati tuan rumah (maka dari itu kue ini biasanya sedikit dan kecil)
  6. Pembuatan teh oleh Tea Master
  7. Setelah teh dibuat lalu disuguhkan kepada tamu dengan mangkuk teh dimana motif mangkuk menghadap tamu sebagai tanda penghormatan
  8. Tamu mengambil mangkuk teh dan juga memutar mangkuk agar motif mangkuk teh menghadap tuan rumah sebanyak 3 kali sebagai tanda terima kasih dan rasa hormat.
  9. Kemudian tamu mulai meminum teh
Makna upacara minum teh di Jepang
Bahwa upacara minum teh itu sakral sifatnya. Sekaligus menggambarkan bahwa “yang penting bukan ketika teh dihirup melainkan bagaimana proses membuatnya”. Dalam proses pembuatan teh lalu menghidangkannya dengan aturan yang gemulai alami membuat kita teringat “diri”, teringat alam, teringat perjalanan hidup, teringat darimana kita datang da ke arah mana kita pergi.
Harmoni, keseimbangan adalah “jalan hidup” yang setiap kali harus di rawat, ditata, dilatih dalam proses gemulai. Halus. Tak terburu buru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar